10 PEBRUARI ITU…
Rinduku masih belum utuh!
Tentang kehendak-Mu, Tuhan…
Kehendak yang tak pernah ada yang tahu
Begitu juga aku
Tentang….
10 Pebruari itu
“Ya.. 10 Pebruari kelabu!” demikian sebutku
Kelabu
Atas takdir yang tlah Engkau Ukir
Pasrahku…
Mencoba untuk ikhlas, meski kadang kurang puas
Mencoba untuk tegar, setegar batu karang, meski hati ini agak meradang
Dan mencoba untuk bangkit, meski sekujur tubuh ini terasa sakit
10 Pebruari itu..
Tak mampu ku simpan air mata
Menetes, menyusuri lekuk tubuhku
Membasahi sarung dan baju lengan pendekku
Bahkan ku biarkan membanjiri gundukan tanah itu
Kini…
10 Pebruari itu…
Jadikan hariku penuh pikir
Kenapa harus berakhir seperti itu?
Padahal rinduku
Padanya masih belum utuh
Untukmu yang selalu ‘kan rindu
Untaian do’a Allahummagh firli...
Dengan sesekali air mata ini turut mengamini
Ku harap jadikan tembang tidur panjangmu
Dan iringi langkahmu menuju surga-Nya.
Amin… Ya Rabbal ‘Alamin…
Rifaus El-Shahrukhany mengenang sang bapak
“Rinduku masih belum utuh!”
Gresik, 06 Pebruari 2014
